23 October 2014

Peran Gerakan Non Blok



Peserta GNB sangat terkejut dengan insiden serangan bom di Hotel Ritz-Carlton dan JW Marriot.Mereka menegaskan bahwa perang melawan terorisme jauh dari selesai. Mereka yakin Gerakan Nonblok itu tetap memiliki peran dalam perdamaian dunia dan berkiprah dalam bidang ekonomi, sosial,dan politik global. Optimisme baru muncul meskipun ada pesimisme bahwa organisasi yang telah berusia 48 tahun itu dapat kehilangan eksistensinya setelah berakhirnya perang dingin.

Karena itu,mereka terus berupaya agar organisasi tersebut tetap relevan dengan perkembangan zaman. GNB menegaskan bahwa gerakan teror tidak boleh diasosiasikan dengan agama, kewarganegaraan, peradaban, atau kelompok etnis mana pun. Sejumlah pemimpin negara anggota GNB pun menggelar pertemuan bilateral dengan negara tetangga, termasuk Perdana Menteri (PM) India Manmohan Singh dan PM Pakistan Syed Yousuf Raza Gilani. India dan Pakistan merupakan dua negara anggota GNB yang selama ini mengalami konflik terkait gerakan teror lintas batas.

Selama ini, mereka selalu saling tuduh jika terjadi serangan teror di salah satu negara. Karena itulah, Singh dan Gilani berupaya memperbaiki hubungan kedua negara untuk menciptakan perdamaian di Asia Selatan. Apalagi hubungan kedua negara sempat terkoyak setelah serangan teror di Mumbai, India, oleh kelompok militan yang bersembunyi di Pakistan tahun lalu. Gilani dalam pertemuan itu berjanji bahwa tersangka pelaku teror Mumbai akan diadili secara transparan. Kedua negara juga membagi data intelijen mengenai teroris.

Kedua negara sepakat mengeluarkan pernyataan bersama untuk memperbaiki hubungan demi menyelesaikan perbedaan antara mereka. Dalam pertemuan itu memang tidak dibahas mengenai beberapa isu sensitif seperti wilayah Kashmir yang diperebutkan kedua negara. Namun yang pasti, pertemuan itu berhasil mengeluarkan kesepakatan bersama bahwa terorisme menjadi ancaman utama kedua negara.

Para anggota GNB juga mendorong terbentuknya draf konvensi komprehensif mengenai terorisme internasional, menguatkan pelaksanaan Strategi Kontra Terorisme Global Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mereka rencananya hendak menggelar konvensi tingkat tinggi dengan pengawasan PBB. Profesor Gouda Abdel Khalek dari universitas Mesir mengakui, Gerakan Nonblok telah kehilangan banyak energi dan kekuatannya saat Uni Soviet pecah menjadi beberapa negara. Kendati demikian, peran penting GNB tidak dapat dipungkiri dalam banyak bidang.

Dalam Final Document setebal 100 halaman, GNB dalam tiga tahun ke depan hendak fokus dalam beberapa masalah internasional dan regional, antara lain pelucutan senjata, keamanan internasional, perdamaian dan pasukan penjaga perdamaian, hak asasi manusia, demokrasi, perdamaian Timur Tengah, reformasi PBB, keamanan pangan, terorisme internasional, dan krisis keuangan global. "Kami akan melanjutkan dukungan kami bagi hak mendasar untuk maju. Kami selalu memelihara keseimbangan yang hilang antara berbagai badan PBB dan memulihkan kembali peran dan otoritas Majelis Umum PBB," ujar deklarasi GNB kemarin.

GNB didirikan pada 1955 oleh Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru, mantan Presiden Mesir Gamal Abdel-Nasser, dan mantan Presiden Yugoslavia Josip Tito. GNB saat ini memiliki 118 negara anggota dengan 15 negara pengawas, yang mewakili dua pertiga anggota PBB dan setengah dari populasi dunia.

Beberapa negara anggota GNB ialah Myanmar, Mesir,Indonesia,Kuba,Iran,Libya, Korea Utara (Korut), Suriah,Venezuela, Vietnam, dan Zimbabwe. Awalnya, GNB didirikan untuk tidak mengikuti blok Amerika Serikat atau pun Uni Soviet.

Setelah Uni Soviet runtuh pada dua dekade silam, GNB menjadi forum pertemuan negara-negara berkembang untuk membahas berbagai masalah yang mereka hadapi

No comments:

Post a Comment

20 Cara Membuat Artikel SEO Friendly

  20 Cara Membuat Artikel SEO Friendly Menulis artikel dengan baik belumlah cukup. Anda juga harus membuat artikel tersebut ramah mesin penc...